Dosen Ekonomi Syariah UIA Lakukan Pengabdian Internasional di Malaysia
Dosen Ekonomi Syariah UIA Lakukan Pengabdian Internasional di Malaysia

intas Batas Negara, Dosen UIA Dampingi Pendidikan Anak PMI Non-Dokumen di Malaysia

SELANGOR – Tim pengabdi dari Universitas Islam Aceh (UIA) yang dipimpin oleh dosen Fakultas Ekonomi Islam, Azhar, S.E., M.M., melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) tingkat internasional di Sanggar Bimbingan Kamus, Gombak Utara, Selangor, Malaysia.

Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (21/5/2025) tersebut mengusung tema “Semangat Belajar Tanpa Batas”. Program ini menyasar para pelajar Indonesia berkategori non-dokumen (undocumented children) yang berdomisili di wilayah Selangor dan sekitarnya.

Pengabdian masyarakat ini difokuskan pada penyediaan pengajaran dasar serta pemberian motivasi belajar. Langkah tersebut diambil guna merespons keterbatasan akses pendidikan formal yang dihadapi anak-anak diaspora Indonesia akibat kendala status kewarganegaraan atau administratif di Malaysia.

Azhar, yang juga aktif mengajar di Program Studi Ekonomi Syariah UIA, menjelaskan bahwa pendekatan yang diterapkan mengedepankan prinsip edukatif dan humanis melalui metode pembelajaran interaktif.

“Melalui pendekatan edukatif dan humanis, para dosen menyampaikan materi pelajaran dasar dengan metode interaktif yang menyenangkan, diselingi dengan sesi motivasi yang membangun rasa percaya diri serta mendorong siswa untuk merencanakan masa depan mereka,” ujar Azhar dalam keterangannya, Senin (2/6/2025).

Dalam pelaksanaannya, tim akademisi UIA—yang juga melibatkan lintas disiplin ilmu dari Fakultas Tarbiyah—menyerahkan bantuan logistik penunjang pendidikan berupa buku tulis, alat tulis, dan materi bahan ajar sebagai bentuk intervensi edukatif langsung.

Secara kelembagaan, program kolaboratif ini dirancang sebagai implementasi asas Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya pada pilar pengabdian masyarakat berbasis lintas batas (cross-border community engagement). Melalui keterlibatan aktif institusi pendidikan tinggi, UIA berupaya mengintegrasikan nilai-nilai keilmuan dan kepedulian sosial untuk meminimalisasi ketimpangan akses informasi dan edukasi pada komunitas diaspora.

Program pengabdian internasional ini mendapat respons positif dari pengelola Sanggar Bimbingan Kamus, para wali murid, serta peserta didik setempat. Ke depan, skema pendampingan berkelanjutan diharapkan dapat terus diinisiasi sebagai jembatan akademis antara perguruan tinggi nasional dan masyarakat diaspora yang membutuhkan perlindungan serta fasilitasi pendidikan.

Belum ada komentar

Artikel Terkait