BIREUEN — Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Aceh (UIA), Pocut Ainiah, S.E., M.E., menjadi narasumber dalam Pelatihan dan Workshop PKK bertema “Belajar Merangkai Sirih sebagai Langkah Menuju Kemandirian Ekonomi” di Meunasah Nibong Gampong Uteuen Gathom, Bireuen, Kamis (13/8/2026).
Agenda pengabdian masyarakat yang diprakarsai oleh mahasiswa KKN Tanah Rencong UIN Sunan Kalijaga ini berfokus pada penguatan kecakapan ekonomi kreatif warga melalui optimalisasi nilai budaya lokal.
Dalam paparan bertajuk “Branding and Packaging Sirih Hantaran: Membangun Identitas Produk yang Menarik, Modern, dan Bernilai Jual”, Pocut menekankan urgensi komodifikasi produk tradisional tanpa mereduksi nilai sakral sosiokultural yang terkandung di dalamnya.
Secara epistemologis, sirih dalam adat Aceh berfungsi sebagai instrumen budaya yang memuat simbolisme penghormatan, persaudaraan, dan kontinuitas hubungan antar-keluarga.
“Melalui pendekatan re-evaluasi kemasan (packaging) serta pembentukan persepsi merek (branding), nilai filosofis tersebut ditransformasikan menjadi keunggulan komparatif di pasar ekonomi kreatif,” pungkas Ketua Program Studi Perbankan Syariah tersebut.
Selain artikulasi visual branding, peserta dibekali strategi storytelling atau integrasi narasi budaya ke dalam media komunikasi produk seperti label, kartu ucapan, hingga ekosistem pemasaran digital berbasis Instagram, TikTok, dan WhatsApp Business.
Sesi dilanjutkan dengan praktik komprehensif penataan sirih yang menitikberatkan pada presisi kerapian, estetika visual, serta segmentasi target pasar—mulai dari calon pengantin, wedding organizer, event organizer, hingga penyedia jasa hantaran profesional.
Dekan FEBI UIA, M. Iqbal, Lc., M.Ag., menegaskan bahwa keterlibatan ini merupakan wujud implementasi Tridharma Perguruan Tinggi pada pilar pengabdian masyarakat.
Melalui penguatan kapasitas ekonomi skala mikro ini, institusi berkomitmen mendorong kemandirian finansial masyarakat sekaligus melestarikan keberlanjutan warisan budaya lokal secara adaptif di era digital.









Belum ada komentar