Ketua LPPM UIA Berbagi Kisah “The Journey to Scopus Q1”
Ketua LPPM UIA Berbagi Kisah “The Journey to Scopus Q1”

Dorong Publikasi Internasional, LPPM UIA dan STAI Al-Hikmah 2 Gelar Klinik Penelitian Scopus Q1

BIREUEN — Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Islam Aceh (UIA) bekerja sama dengan LPPM Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Hikmah 2 Brebes menggelar webinar bertajuk “Klinik Penelitian Batch 3: The Journey to Scopus Q1” pada Rabu (21/5/2025). Forum akademik ini diselenggarakan sebagai upaya strategis meningkatkan kapasitas serta produktivitas publikasi ilmiah dosen dan peneliti di tingkat internasional.

Hadir sebagai narasumber utama, Ketua LPPM UIA, Dr. (c) Khadijatul Musanna, M.H., memaparkan metodologi serta tahapan krusial dalam menembus jurnal bereputasi tinggi yang terindeks Scopus Q1. Ia menekankan pentingnya pemahaman komprehensif terhadap standar penulisan ilmiah, pemilihan topik bernilai kebaruan (novelty), serta kesiapan menghadapi proses pemelaan (peer-review) yang ketat.

“Publikasi pada jurnal bereputasi internasional menuntut kedisiplinan metodologis. Memahami kaidah yang ditetapkan penerbit global, seperti prinsip ‘the best journal article is the article consist only of one single idea’, menjadi kunci agar argumentasi penelitian terfokus dan memiliki daya tawar substantif,” ujar Musanna, yang juga merupakan dosen Program Studi Ekonomi Syariah UIA.

Selain penyampaian materi, kegiatan yang berlangsung secara daring tersebut memfasilitasi sesi diskusi interaktif. Para peserta memperoleh ruang evaluasi dan bimbingan teknis terkait penyempurnaan naskah akademik guna memenuhi kualifikasi standar internasional.

Sementara itu, Ketua LPPM STAI Al-Hikmah 2 Brebes, Ahmad Rezy Meidina, M.H., menyatakan bahwa kolaborasi lintas lembaga ini dirancang untuk memperkuat posisi kedua institusi dalam peta ekosistem penelitian nasional maupun global.

“Kerja sama ini ditargetkan mampu memperluas jejaring akademik serta mempercepat transformasi hasil penelitian agar berdaya saing di tingkat global,” kata Rezy.

Melalui sinergi riset inter-lembaga ini, kedua pihak berharap dapat melahirkan karya ilmiah berkualitas secara berkelanjutan yang memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan ilmu pengetahuan.

Belum ada komentar

Artikel Terkait