TAKENGON — Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Lhokseumawe menyelenggarakan ajang Duta Guru dan Duta Muda Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah Championship 2025 di Grand Ballroom Parkside Gayo Petro Hotel, Takengon, Sabtu (19/7/2025). Kegiatan yang mengusung tema “Sinergi Koin Samawi Mengakselerasi Penggerak Literasi CBP Rupiah” ini diikuti oleh 10 finalis kategori Duta Muda dan 10 finalis kategori Duta Guru.
Ajang ini dirancang sebagai instrumen strategis untuk memperkuat inklusi dan literasi keuangan melalui pendekatan intergenerasional, dengan melibatkan pendidik dan mahasiswa sebagai penggerak utama (agent of change).
Kepala KPwBI Lhokseumawe, Prabu Dewanto, menyampaikan bahwa pembentukan ekosistem masyarakat yang literat terhadap mata uang nasional memerlukan keterlibatan aktif dari sektor pendidikan dan generasi muda.
“Lomba ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan ruang bertumbuh bagi para pendidik dan generasi muda untuk menjadi agen literasi Rupiah yang tangguh,” ujar Prabu dalam pembukaan acara.
Ia menambahkan, para peserta diuji berdasarkan pemahaman substantif mengenai konsep CBP Rupiah serta kemampuan mengomunikasikannya secara transformatif melalui media kreatif dan kampanye edukatif berbasis komunitas. Program ini juga diselaraskan dengan tema nasional “Rupiah dalam Kreasi, Inspirasi untuk Negeri” guna menjaring gagasan lokal yang relevan bagi literasi keuangan nasional.
Proses evaluasi dalam acara puncak tersebut melibatkan tim penilai eksternal dari kalangan akademisi, salah satunya Ketua Program Studi Ekonomi Syariah Universitas Islam Aceh (UIA), Aulia Fitri.
“Kehadiran para juri dari pihak eksternal bertujuan menjamin objektivitas penilaian. Setiap peserta melewati proses pitching serta pemaparan gagasan secara komprehensif sebelum ditentukan sebagai perwakilan daerah,” jelas Aulia.
Para pemenang dari kategori Duta Guru dan Duta Muda diproyeksikan menjadi utusan resmi KPwBI Lhokseumawe pada ajang nasional Festival Rupiah Berdaulat Indonesia (FERBI) yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada Agustus 2025.
Secara terpisah, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIA, M. Iqbal, mengapresiasi keterlibatan pihak akademisi dalam kegiatan edukasi publik ini. Menurutnya, partisipasi aktif institusi pendidikan dalam agenda Bank Indonesia merupakan bentuk nyata implementasi sinergi kemitraan strategis demi peningkatkan kapasitas SDM di Aceh.









Belum ada komentar