BIREUEN — Institut Agama Islam (IAI) Almuslim Aceh dan Universitas Almuslim (Umuslim) Bireuen resmi merealisasikan kerja sama akademis melalui penyelenggaraan Workshop Penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS). Kegiatan yang diikuti oleh sejajar dosen dari kedua lembaga ini berlangsung di Aula Wisma ILDA Kampus Umuslim, Bireuen, pada Senin (1/11/2022).
Workshop tersebut diselenggarakan sebagai bagian dari pelaksanaan Program Kompetisi Kampus Merdeka (PK-KM) sekaligus bentuk konkrit Implementation Agreement (IA) atas kesepakatan kerja sama yang telah ditandatangani kedua belah pihak.
Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Almuslim, Dr. Sri Wahyuni, S.E., M.Si., menjelaskan bahwa workshop ini menghadirkan pakar kurikulum nasional, Dr. Fajri Muharja, S.E., M.Si., yang juga menjabat sebagai Ketua Asosiasi Program Studi Ekonomi Pembangunan Indonesia (APSEPI) dari Universitas Andalas, Padang. Dalam paparan materinya, narasumber membedah secara mendalam metode pembelajaran berbasis pemecahan kasus (case method) dan proyek kelompok (team-based project).
“Kedua pendekatan pedologis ini dirancang untuk merangsang daya kritis, kolaborasi, serta pemecahan masalah secara terstruktur bagi mahasiswa, sesuai dengan standar capaian pembelajaran pendidikan tinggi modern,” ujar Sri Wahyuni.
Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAI Almuslim Aceh, Malik Adharsyah, Lc., M.A., menegaskan pentingnya partisipasi akademisi dari Kampus Paya Lipah dalam forum perancangan kurikulum tersebut. Menurutnya, pembaruan RPS merupakan langkah strategis mengingat IAI Almuslim Aceh tengah bersiap melakukan evaluasi dan penyesuaian kurikulum pada semester mendatang.
“Keikutsertaan ini bukan sekadar pemenuhan dokumen administratif kerja sama antar-lembaga, melainkan kebutuhan substansial civitas akademika dalam merespons dinamika kebutuhan industri dan perkembangan keilmuan,” ungkap Malik.
Dalam kegiatan ini, sebanyak delapan dosen perwakilan dari berbagai program studi di Kampus Paya Lipah ditugaskan untuk terlibat aktif. Melalui penguatan kapasitas instruksional ini, diharapkan luaran pembelajaran (learning outcomes) yang dirancang mampu meningkatkan daya saing lulusan di tingkat nasional maupun global.









Belum ada komentar