GenBI IAI Almuslim Aceh Gelar Workshop ToT Bank Sentral dan CBP Rupiah
GenBI IAI Almuslim Aceh Gelar Workshop ToT Bank Sentral dan CBP Rupiah

GenBI IAI Almuslim Aceh Gelar ToT Literasi Keuangan, Perkuat Pemahaman CBP Rupiah

PAYA LIPAH – Generasi Baru Indonesia (GenBI) Komisariat Institut Agama Islam (IAI) Almuslim Aceh menyelenggarakan workshop Training of Trainers (ToT) bertema “Bank Sentral dan CBP (Cinta, Bangga, dan Paham) Rupiah” di Ruang Rapat Kampus IAI Almuslim Aceh, Paya Lipah, Kamis (28/11/2024).

Kegiatan ini diinisiasi untuk memperkuat literasi keuangan inklusif di lingkungan akademis sekaligus melatih kader-kader mahasiswa sebagai fasilitator edukasi mata uang di masyarakat.

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAI Almuslim Aceh, Malik Adharsyah, Lc., M.A., menegaskan pentingnya edukasi Rupiah yang tidak hanya ditinjau dari aspek operasional ekonomi, tetapi juga aspek yuridis dan simbolik sebagai mata uang tunggal negara.

“Pemahaman mengenai Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah bukan sekadar literasi keuangan substansial, melainkan bagian dari artikulasi nasionalisme dalam menjaga identitas bangsa. Mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang mentransfer pengetahuan ini ke masyarakat luas, khususnya terkait perlakuan fisik uang tunai dalam transaksi sehari-hari,” ujar Malik dalam sambutannya.

Ketua Divisi Pendidikan GenBI IAI Almuslim Aceh, Mahabbi, menjelaskan bahwa workshop ini dirancang secara terstruktur dengan menghadirkan narasumber dari Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Lhokseumawe serta praktisi GenBI. Narasumber yang hadir meliputi Al Banna Assidiq (representatif BI KPw Lhokseumawe), Muhammad Kautsar (Koordinator Pendidikan GenBI Lhokseumawe), dan Muhammad Farhan (Alumni GenBI IAIN Lhokseumawe).

“Inisiatif ToT ini ditujukan agar anggota GenBI dan mahasiswa IAI Almuslim Aceh memiliki kapasitas analitis dan komunikatif dalam mempromosikan nilai-nilai CBP Rupiah secara tepat sasaran di era peredaran uang yang makin kompleks,” kata Mahabbi.

Dalam sesi pemaparan materi, Koordinator Pendidikan GenBI Lhokseumawe, Muhammad Kautsar, memaparkan tiga pilar utama konsep CBP Rupiah dari sudut pandang perilaku ekonomi dan kedaulatan negara:

  • Cinta Rupiah: Diwujudkan melalui kesadaran merawat uang fisik (5 Jangan: Jangan Dilipat, Jangan Diremas, Jangan Dicoret, Jangan Dibasahi, dan Jangan Ditingklip) untuk memperpanjang life cycle uang beredar.

  • Bangga Rupiah: Memahami Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara, alat pembayaran yang sah (legal tender) di seluruh Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan pemersatu bangsa.

  • Paham Rupiah: Kemampuan memahami fungsi Rupiah sebagai alat transaksional, penyimpan nilai (store of value), serta dasar dalam bertransaksi secara bijak untuk mendukung stabilitas moneter.

“Bank Indonesia menempatkan GenBI sebagai mitra strategis dalam mengakselerasi tingkat literasi keuangan masyarakat. Pelatihan ini menjadi fondasi awal pencetakan kader edukator yang mampu menyebarkan edukasi keuangan secara masif berbasis bukti (evidence-based),” jelas Kautsar.

Workshop berdurasi 120 menit ini ditutup dengan sesi diskusi interaktif yang membahas tantangan peredaran uang lusuh, perlindungan konsumen dalam transaksi keuangan, serta digitalisasi sistem pembayaran. Sebagai apresiasi atas partisipasi kritis mahasiswa, perwakilan BI KPw Lhokseumawe, Al Banna Assidiq, menyerahkan insentif edukatif berupa cendera mata kepada para peserta aktif.

Turut hadir mendampingi jalannya kegiatan, Tim Pembina GenBI Komisariat IAI Almuslim Aceh, Aulia Fitri, S.Kom., M.M., dan Khadijatul Musanna, S.H., M.H., beserta puluhan mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu di lingkungan IAI Almuslim Aceh

Belum ada komentar

Artikel Terkait