BIREUEN — Institut Agama Islam (IAI) Almuslim Aceh secara resmi mengukuhkan 269 lulusan program sarjana (S1) angkatan ke-XI dalam Sidang Senat Terbuka yang digelar di Aula Tgk Chik Abdurrahman, Paya Lipah, Bireuen, Sabtu (19/10/2024). Momentum wisuda ini sekaligus menjadi pijakan strategis bagi civitas akademika dalam mengeskalasi status institusi menuju jenjang universitas.
Dari total 269 wisudawan, sebanyak 188 lulusan berasal dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, serta 81 lulusan dari Fakultas Tarbiyah. Pada prosesi tersebut, sejumlah mahasiswa meraih predikat kelulusan dengan pujian (cumlaude), di antaranya Anisa Aprilia dari Program Studi (Prodi) Hukum Keluarga Islam (HKI) dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,80; Fikra Adila dari Prodi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) dengan IPK 3,86; serta Zuraini dari Prodi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) yang meraih IPK tertinggi sebesar 3,99.
Rektor IAI Almuslim Aceh, Nazaruddin, menyampaikan bahwa institusi yang dipimpinnya saat ini sedang berada dalam fase alih status (institutional transformation) dari institut menjadi universitas. Usulan pengubahan bentuk perguruan tinggi tersebut telah disampaikan secara resmi kepada kementerian terkait pada tahun ini.
“Pengajuan perubahan status ini merupakan komitmen berkelanjutan untuk mengoptimalkan penjaminan mutu serta implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Saat ini, IAI Almuslim Aceh mengelola delapan program studi yang mencakup enam prodi jenjang sarjana dan dua prodi jenjang pascasarjana, termasuk program Magister Hukum Keluarga Islam (HKI). Seiring perubahan status menjadi universitas kelak, kami akan melakukan diferensiasi dan diversifikasi program studi baru guna merespons dinamika kebutuhan masyarakat serta industri,” ujar Nazaruddin.
Dukungan terhadap transformasi kelembagaan ini turut disampaikan oleh Wakil Koordinator Kopertais Wilayah V Aceh, Dr. Ismail Ansari, M.A. Menurutnya, dari 34 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) di Wilayah Aceh, saat ini baru satu lembaga yang berstatus universitas.
“Proses alih status ini merupakan peluang strategis bagi peningkatkan kapabilitas perguruan tinggi swasta di Aceh. Kopertais Wilayah V siap memberikan rekomendasi dan pengawalan regulasi selama seluruh instrumen akreditasi serta kelayakan akademik terpenuhi secara komprehensif,” kata Ismail Ansari.
Sementara itu, Penjabat (Pj) Bupati Bireuen, Jalaluddin, S.H., M.M., menekankan pentingnya pengembangan kapasitas diri secara berkelanjutan bagi para lulusan di tengah pesatnya perkembangan lanskap keilmuan dan teknologi.
“Gelar sarjana merupakan fondasi awal dalam proses pembelajaran seumur hidup (lifelong learning). Di era yang sangat dinamis ini, keterampilam adaptif dan penguasaan keilmuan multidisiplin menjadi kunci agar para alumni dapat memberikan kontribusi konkret bagi pembangunan masyarakat,” ungkap Jalaluddin.
Prosesi wisuda angkatan ke-XI ini ditutup dengan penyerahan piagam penghargaan kepada para lulusan berprestasi serta foto bersama jajaran pimpinan perguruan tinggi, tokoh daerah, dan tamu undangan.









Belum ada komentar