Kampus Paya Lipah Gelar Kuliah Tamu, Hadirkan Dosen UIN Alauddin dan UINSU
Kampus Paya Lipah Gelar Kuliah Tamu, Hadirkan Dosen UIN Alauddin dan UINSU

Integrasikan Perspektif Maqasyid Syariah, FSEI IAI Almuslim Aceh Kaji Ulang Kurikulum 2024

PAYA LIPAH — Fakultas Syariah dan Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Institut Agama Islam (IAI) Almuslim Aceh menggelar kuliah tamu akademis yang berfokus pada integrasi konsep keberlanjutan dan hukum Islam di ruang rapat pascasarjana Kampus Paya Lipah, Rabu (7/6/2023). Agenda bertajuk “Akuntansi Lingkungan dan CSR dalam Perspektif Maqasyid Syariah” ini diselenggarakan sebagai bagian dari pengayaan keilmuan sekaligus langkah strategis peninjauan kurikulum operasional 2024.

Kegiatan tersebut menghadirkan dua akademisi sebagai pembicara utama, yakni Dr. Saiful Muchlis, S.E., M.S.A., Ak., C.A., CGRM. dari Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar serta Dr. Hotbin Hasugian, S.E., M.Si., Ak., CMA., CPA. dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara.

Wakil Rektor I Bidang Akademik IAI Almuslim Aceh, Edi Mizwar, M.Pd., menyampaikan bahwa pembahasan akuntansi lingkungan dan tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) berbasis maqasyid syariah memberikan kerangka teoritis baru bagi civitas akademika. Diskusi ini diharapkan dapat memicu penetrasi riset interdisipliner serta program pengabdian masyarakat di lingkungan perguruan tinggi.

“Kehadiran akademisi lintas perguruan tinggi ini memberikan stimulus intelektual bagi dosen dan mahasiswa, khususnya dalam mengeksplorasi metodologi penelitian yang relevan dengan dinamika ekonomi syariah kontemporer,” ujar Edi dalam pembukaan acara.

Sementara itu, Dekan FSEI IAI Almuslim Aceh, Malik Adharsyah, L.c., M.A., menjelaskan bahwa masukan dari para pakar menjadi rekam jejak substansial dalam proses restrukturisasi kurikulum tahun 2024. Pembaruan kurikulum ini menyasar tiga program studi di bawah naungan FSEI, yaitu Perbankan Syariah, Ekonomi Syariah, dan Hukum Keluarga Islam.

Langkah penyelarasan kurikulum tersebut ditujukan untuk memastikan capaian pembelajaran lulusan (learning outcomes) tetap adaptif terhadap perkembangan industri keuangan syariah dan isu lingkungan global.

Belum ada komentar

Artikel Terkait