LHOKSEUMAWE — Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia (KPwBI) Lhokseumawe bermitra dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Belajarlagi menyelenggarakan Uji Kompetensi (Ujikom) Content Creator Batch 1 yang terverifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Kegiatan yang diikuti oleh anggota Generasi Baru Indonesia (GenBI) Institut Agama Islam (IAI) Almuslim Aceh tersebut berlangsung di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Lhokseumawe pada Rabu (4/12/2024).
Agenda standardisasi kompetensi nasional ini dirancang untuk mengukur serta memvalidasi kapabilitas teknis dan literasi digital para peserta di bidang produksi konten digital. Pelaksanaan uji kompetensi merupakan tahapan evaluasi lanjutan setelah para peserta menyelesaikan pelatihan daring terintegrasi via Zoom Meeting pada 30 November hingga 2 Desember 2024.
Kepala Unit Data Statistik dan Kehumasan BI Lhokseumawe, Syahrul Masna, menjelaskan bahwa program keahlian ini bertujuan memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) muda di era transformasi digital. Langkah ini diproyeksikan dapat menstimulasi peran pemuda sebagai agen perubahan yang memberikan kontribusi sosial-ekonomi secara terukur.
“Melalui uji kompetensi ini, kami berharap peserta dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh dan menjadi agen perubahan yang memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ujar Syahrul dalam pembukaan acara. Ia menambahkan, inisiatif tersebut merupakan wujud pemberdayaan generasi muda dalam merespons dinamika industri kreatif.
Proses asesmen mengolaborasikan mekanisme verifikasi administratif dan uji pemaparan teknis. Setiap peserta diwajibkan menyerahkan portofolio tugas, sertifikat kepesertaan pelatihan, serta kelengkapan dokumen pendukung. Di hadapan asesor independen dari LSP Belajarlagi, peserta mempresentasikan metodologi kreatif, alur kerja produksi, dan argumentasi teknis atas karya yang dihasilkan.
Ketua GenBI IAI Almuslim Aceh, Zaki Rifka, menilai keberadaan sertifikasi profesi resmi BNSP berpotensi meningkatkan kredibilitas akademis maupun profesionalisme mahasiswa di ekosistem ekonomi digital. Menurutnya, kepemilikan lisensi kompetensi menjadi indikator obyektif atas kualifikasi individu dalam persaingan pasar kerja modern.
“Kegiatan ini bukan hanya sekadar ujian, tetapi juga langkah konkret untuk membangun sumber daya manusia yang unggul di era ekonomi digital,” ungkap Zaki. Pihaknya menyampaikan apresiasi atas sinergi kelembagaan antara Bank Indonesia, BNSP, dan LSP Belajarlagi dalam memfasilitasi pengembangan kapasitas talenta muda di Aceh.









Belum ada komentar